Halaman

Minggu, 25 Juli 2010

pewarigaan

OM SVASTYASTU

Bagi sobat-sobat yang ingin mengetahui tentang pewarigaan dirinya silahkan kunjungi alamat dibawah ini. Ini merupakan kiriman dari seorang teman.

http://www.babadbali.com/pewarigaan/pewarigaan.php

INTERPRETASI CITRA SATELIT Citra Radar SRTM (Shuttle Radar Topography Mission)

Tujuan:

  • Mahasiswa dapat mengidentifikasi obyek yang ada pada citra radar SRTM (Shuttle Radar Topography Mission)
  • Mahasiswa dapat mendelineasi hasil interpretasi Citra Radar SRTM (Shuttle Radar Topography Mission)
  • Mahasiswa dapat membuat peta hasil interpretasi Citra Radar SRTM (Shuttle Radar Topography Mission)

Alat dan Bahan:

  • Citra Satelit Radar SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) Gorontalo
  • Plastik transparan
  • Spidol OHP
  • Penggaris, gunting, alkohol, kapas

Dasar Teori:

SRTM adalah kependekan dari kata the Shuttle Radar Topography Mission. Data ini berisi data ketinggian tempat atau elevasi dari permukaan bumi yang diambil melalui perekaman system radar. SRTM merupakan sebuah proyek yang dimotori oleh National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) dan NASA. Proyek ini bertujuan untuk membuat basis data digital topografi muka bumi dengan resolusi tinggi. Area yang direkam terrentang dari 60o LU hingga 56o LS, dengan nilai akurasi data ketinggian hingga 16 meter. Sudut inklinasi orbit wahana SRTM adalah sebesar 57o sehingga dapat merekam muka bumi pada lokasi tersebut. Rentangan lokasi ini telah meliputi 80% dari seluruh permukaan bumi.

SRTM dihasilkan dari penyiaman gelombang radar dengan teknik interferometri. Teknik interferometri radar adalah sebuah cara penyiaman muka bumi dengan dua posisi sensor radar yang berbeda tempat. Pada wahana pengambilan data SRTM ini, jarak rentangan dua sensor radar ini sejauh 60 meter, dimana satu sensor berada dalam wahana, dan sensor lain berada pada ujung rentangan di luar wahana. Gelombang radar dimanfaatkan untuk pengambilan data ini karena memiliki kelebihan, diantaranya adalah perekaman dapat dilakukan pada siang ataupun malam hari. Disamping itu gelombang radar dapat menembus tutupan awan. Dengan demikian, perekaman data SRTM tidak terpengaruh oleh keadaan cuaca setempat.

Wahana SRTM membawa dua panel dengan saluran C dan Saluran X. Peta topografi global dari bumi disebut dengan Digital Elevation Models (DEMs). DEMs ini terbuat dari data radar saluran C tersebut. Data ini diolah oleh Jet Propulsion Laboratory dan didistribusikan melalui USGS EROS Data Center. Data saluran X digunakan untuk menghasilkan DEMs dengan resolusi yang lebih tinggi. Data SRTM dari saluran X diolah dan didistribusikan oleh German Aerospace Center.

Data SRTM ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan seperti kepentingan militer, sipil dan sipil seperti pemodelan drainase, simulasi penerbangan, penentuan letak tower selular, keamanan navigasi, dan lain-lain. Dalam bidang lingkungan, data SRTM ini dapat dimanfaatkan pula untuk pemodelan banjir, konservasi tanah, perencanaan penghijauan, pengawasan gunung api, penelitian gempa dan pengawasan gerakan es.

Daftar Pustaka

Eko Budiyanto, 2005. Data SRTM.
http://www.geografionline.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=18:data-srtm&catid=7:artikel&Itemid=8 (diakses tanggal 12 Juli 2010)

Sune, Nawir. 2010. Petunjuk Praktikum Penginderaan Jauh. Gorontalo. UNG