Halaman

Minggu, 28 November 2010

PENGENALAN GPS

GPS adalah bagian dari sistem radio navigasi berbasissatelit yang secara terus menerus mentransmisikan informasi dalam bentuk kode, sehingga memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan lokasi/posisi, ketinggian, kecepatan dan waktu dengan mengukur jarak kita dengan satelit.

Global Positioning System merupakan metode penentuan posisi ekstra–teristis yang menggunakan satelit GPS sebagai target pengukuran. Metode ini dinamakan penentuan posisi secara global karena koordinat yang dihasilkan bersifat geosentrik, artinya pusat massa bumi dianggap sebagai pusat sistem koordinat sehingga sistem koordinat ini berlaku untuk seluruh dunia. Sebagai bidang referensi (bidang datum) koordinat digunakan elipsoid World Geodetic System 1984 (WGS 1984).

Ada dua jenis alat penerima sinyal GPS yaitu navigasi dan jenis geodetik. Alat penerima jenis navigasi merupakan alat yang mempunyai bentuk sederhana, kecil dan praktis dibawa kemana-mana karena tidak dilengkapi alat perlengkapan lainnya (seperti statip atau kaki tiga dan antena luar) sehingga tidak memerlukan bantuan orang lain untuk membawanya. Karena itu, alat ini sangat sesuai untuk digunakan sebagai alat petunjuk navigasi. Berbeda dengan jenis navigasi, jenis geodetik merupakan alat penerima sinyal satelit GPS yang mempunyai bentuk dan ukuran lebih besar dari jenis navigasi, serta dilengkapi dengan kaki tiga (statip) untuk menempatkan antena tepat diatas titik yang akan diukur/ditentukan posisinya. dengan demikian, untuk membawa seluruh perlengkapan kelapangan diperlukan dua atau tiga orang personil.

Prinsip penentuan posisi dengan GPS ini merupakan metode pengikatan kebelakang. pada metode pengikatan kebelakang yang asli, data yang diukur adalah sudut-sudut dititik yang dicari koordinatnya di satelit-satelit yang sedang diamati (paling sedikit diperlukan empat satelit untuk setiap satu titik ukur). berhubung posisi/koordintanya sudah diketahui setiap saat, maka satelit-satelit tersebut berfungsi sebagai titik ikat. Posisi yang diukur atau ditentukan oleh metode GPS ini adalah dalam bentuk koordinat siku-siku tiga dimensi atau dapat pula dalam bentuk koordinat geodetis (lintang, bujur) yang semuanya ditentukan terhadap elipsoid geosentrik World Geodetic System 1984 (WGS-1984).

PENGUKURAN JARAK DAN LUAS

Jarak dapat diperhitungkan dari segi fisik dan dapat dipandang dari segi fungsional. Jarak dari segi fisik atau absolute diukur dengan satuan meter atau satuan yang lain. Sedangkan jarak fungsional atau jarak relatif diukur berdasarkan pertimbangan berbagai cara melakukanperjalanan yang berkaitan dengan tingkat kesulitan, waktu dan biaya. Untuk menghitung jarak lurus (horizontal) dari suatu tempat ke tempat lain caranya adalah dengan mengalikan jarak dipeta dengan angka penyebut skala peta.

Jarak suatu titik di lapangan = jarak di peta (cm) x penyebut skala peta (cm)

Penentuan jarak horizontal di peta akan sedikit rumit apabila jarak yang diukur berkelok-kelok (misalnya: sungai dan jalan). Untuk perhitungan semacam ini dapat dilakukan dengan alat yang disebut curvimeter. Caranya adalah alat tersebut disetel jarumnya pada angka nol dan diletakkan pada awal titik jarak yang diukur, kemudian dijalankan mengikuti liku-liku sungai atau jalan dimaksud dipeta sehingga pada titik akhir pengukuran, kemudian baca hasil akhir angka pada curvimeter. angka tersebut sesuai dengan skala yang dimaksud kemudian dikalikan dengan hasilnya adalah jarak fisik dilapangan.

Penentuan jarak horizontal di peta dapat juga dilakukan mengunakan koordinat UTM, karena angka-angka pada koordinat UTM sudah merupakan koordinat UTM.

Peta mencerminkan berbagai tipe informasi dari unsur muka bumi maupun segala sesuatu yang ada kaitannya dengan muka bumi. Unsur geografis pada peta dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu:

  • Unsur posisional yaitu unsur-unsur yang tidak memiliki dimensi luasan. Misalnya titik ketinggian, sumur pengeboran, pusat pelayanan.
  • Unsur linear yaitu unsur yang mempunyai luasan pada satu sisi atau dimensi satu. misalnya jalan, sungai dan garis pantai.
  • Unsur luasan yaitu unsur yang mempunyai luasan atau unsur dimensi misalnya waduk, danau dan kecamatan.

Menghitung luasan dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung daerah yang diukur. Luas wilayah dapat diukur dengan berbagai cara antara lain:

  • Dengan pembuatan kisi atau kotak (square method)
  • Dengan pembuatan garis potong (stripped method)
  • Dengan menggunakan cara segitiga (triangle method)
  • Denga alat pengukur luas (planimeter)